Selasa, 28 Juli 2020

Jenis Lensa dan Fungsinya

Lensa kacamata memiliki beragam jenis. Anda dapat memilihnya sesuai dengan kebutuhan Anda. Secara medis, lensa kacamata hanya terdiri atas lensa tunggal, bifokal dan trifokal. Hal ini tergantung pada jenis penyakit mata yang diderita. Misal penderita rabun jauh dan rabun dekat akan memakai lensa jenis bifokal.

Selain itu dari sisi kenyamanan lensa dan fungsi lainnya, lensa dapat terdiri atas beberapa jenis, yaitu:

  • Lensa blue ray, yaitu jenis lensa yang mampu menahan sinar matahari yang cukup kuat serta sinar dari gadget, sinar lampu, dan lainnya yang mengeluarkan sinar biru, yang dapat merusak retina mata
  • Lensa evoliq, yaitu jenis lensa yang mengedepankan ketahanan lensa terhadap air, debu, minyak, serta retakan
  • Lensa photogrey yaitu jenis lensa transisi atau photochromic, yang dapat berubah warna dari bening menjadi lebih gelap saat terkena sinar matahari
  • lensa polikarbonat, merupakan lensa yang tahan benturan
  • lensa trivex, sama seperti lensa polikarbonat, tetapi lebih dapat membelokkan cahaya lebih baik
  • lensa high index, lensa yang lebih tipis dan ringan serta dapat menangkal sinar ultraviolet
  • lensa aspherik, yaitu lensa yang memiliki banyak derajat variasi kelengkungan, sehingga dapat lebih datar atau tipis

Anda dapat berdiskusi tentang pilihan lensa ini dengan dokter ahli mata Anda, dan optik setempat, disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Kebutuhan kacamata seseorang yang selalu di depan komputer atau gadget tentu berbeda dengan seseorang yang memiliki banyak aktifitas luar ruangan. Pilihan pilihan tersebut di atas dapat memaksimalkan penglihatan Anda dan agar Anda dapat tetap memakai kacamata dengan lebih nyaman.

Saran kami:

  • Periksakan terlebih dahulu kondisi mata Anda ke dokter mata
  • Pastikan pilihan kacamata Anda disesuaikan dengan kondisi penyakit Anda dan keuangan Anda. Semaain banyak fungsi kacamata, semakin mahal pula biayanya.
  • Gunakan kacamata Anda sesuai anjuran dokter
  • Jaga kesehatan mata Anda dengan merawatnya lewat makanan bernutrisi baik dan menjaganya dari sinar gadget, sinar matahari atau berlama lama di depan komputer.

Jumat, 10 Februari 2017

Mencegah Mata Minus Secara Alami


Mata minus adalah sebuah kondisi kelainan pada mata yang terjadi karena retina pada bagian mata tidak bisa menangkap cahaya dengan fokus. Akibatnya maka maka tidak bisa fokus untuk melihat dengan baik pada objek dengan jarak jauh. Mata minus paling sering ditemukan terjadi pada anak-anak, remaja usia sekolah, orang dewasa yang sudah bekerja dan juga orang tua. Jika kita keluar rumah, banyak orang yang memakai kaca mata minus sebagai langkah perawatan untuk memperbaiki kondisi mata ini. Kacamata minus dipakai untuk memperbaiki lensa mata sehingga mata bisa melihat dengan jelas semua objek dengan jarak jauh.
Deteksi Awal Mata Minus
Mata minus selalu ditandai dengan pandangan mata kabur untuk semua objek dengan jarak jauh. Jika anda memiliki anak-anak yang masuk sekolah atau baru masuk sekolah maka bisa meminta anak membaca atau melihat sebuah benda dengan jarak tertentu dalam ruangan. Bahkan anak-anak yang tidak bisa melihat sebuah benda dengan jelas juga bisa menjadi terkena gejala mata minus. Pada remaja dan orang tua sudah bisa mengenali mata minus dengan baik dari berbagai gejala seperti pandangan mata kabur, kepala sering pusing, mual, muntah dan berbagai rasa yang tidak nyaman pada mata. Untuk memastikan kondisi mata maka disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter mata atau ahli mata yang sudah menguasai bidang ini.
Apakah mata minus dapat dicegah? Tentu mata minus bisa dicegah dengan berbagai cara. Hanya saja ada beberapa orang yang memang tidak bisa mencegah mata minus secara tidak sengaja, sehingga tetap mengalami mata minus. Penglihatan yang normal dimulai ketika ada jaringan mata yang bisa merubah cahaya yang masuk ke bagian mata dan diterima oleh sel-sel otak dan diterjemahkan menjadi sebuah objek yang bisa kita baca atau kita pahami. Jadi ada berbagai faktor yang bisa dilakukan untuk cara mencegah mata minus.

Cara  Mencegah Mata Minus dari Kebiasaan dan Lingkungan

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dan dibiasakan untuk mencegah mata minus. Berikut ini beberapa langkah yang paling praktis dan bisa dilakukan oleh semua orang :
  1. Hindari kebiasaan membaca atau melihat televisi dari jarak dekat yang bisa menyebabkan kerusakan lengkungan kornea dan menyebabkan mata minus.
  2. Hindari kebiasaan menulis dengan jarak yang dekat yang bisa merusak jarak kemampuan pandangan normal mata.
  3. Berikan waktu istirahat untuk mata dengan tidak melihat semua benda dengan layar tajam seperti komputer, laptop, televisi dan gadget. Anda bisa keluar rumah dan melihat berbagai objek dengan jarak yang lebih jauh untuk melatih otot mata tetap normal.
  4. Biasakan untuk membaca atau melakukan pekerjaan lain dengan jumlah cahaya yang cukup sehingga mata menjadi lebih nyaman.
  5. Cara mencegah mata minus dengan membiasakan saat membaca atau melakukan semua pekerjaan yang dibantu dengan komputer pada jarak dan sikap tubuh yang tegak.
  6. Jika Anda memiliki anak-anak maka biarkan anak-anak lebih banyak bermain diluar dan tidak terlalu sering melihat semua benda dengan layar seperti televisi dan komputer.
  7. Latihan mata untuk membiasakan melihat berbagai objek dengan jarak yang jauh juga bisa mencegah mata minus. latihan bisa dilakukan saat Anda sedang mengendarai kendaraan dan harus fokus melihat semua objek secara teratur.
  8. Jika Anda berada di luar dan mengemudi pada siang hari maka biasakan untuk menggunakan kacamata pelindung cahaya matahari.


Mata menjadi salah satu organ tubuh yang dilindungi oleh struktur kolagen. Semua jenis nutrisi yang bisa meningkatkan atau mempertahankan kolegan dalam mata sangat baik untuk melindungi mata dari mata minus. Berbagai nutrisi yang diperlukan antara lain adalah seperti kalsium , silica, selenium, magnesium, mangan, vitamin D, vitamin C dan bioflavonoid semua sangat baik untuk kesehatan mata. Berikut ini adalah berbagai nutrisi yang sangat penting untuk mencegah mata minus, baik untuk anak-anak maupun dewasa dan orang tua.
Cara Mencegah Mata Minus dengan Makanan

1. Ikan
Berbagai jenis ikan dengan kandungan omega-3 yang tinggi sangat baik untuk cara menjaga kesehatan mata. Anda bisa mengkonsumsi berbagai jenis ikan seperti salmon, tuna, makareal dan sarden. Bahkan konsumsi ikan dengan kandungan omega 3 yang tinggi juga bisa mencegah mata dari katarak.
2. Sayuran Hijau
Berbagai jenis sayuran hijau seperti bayam, kangkung, sawi hijau, selada, daun kale dan sayuran lain mengandung lutein dan zeaxanthin yang bisa mencegah katarakdan pembentukan lapisan pada kornea mata. Selain itu, berbagai jenis makanan yang mengandung bahan antioksidan seperti brokoli dan kacang polong juga sangat baik.
3. Telur
Telur mengandung berbagai jenis nutrisi dan sumber vitamin yang sangat baik untuk kesehatan mata seperti lutein. Cara mencegah mata minus dengan makan makanan yang mengandung vitamin A tinggi seperti telur ini.
4. Gandum
Konsumsi gandum juga sangat baik untuk memelihara kesehatan mata karena kaya akan vitamin E, seng dan niasin. Berbagai jenis kebutuhan nutrisi manusia ini sangat penting untuk mencegah kelebihan gula dalam darah sehingga penting untuk kesehatan mata.
5. Buah Sumber Vitamin C
Semua jenis buah yang mengandung vitamin C dalam jumlah yang tinggi sangat baik untuk cara mencegah mata minus. Berbagai jenis buah yang sangat disarankan adalah seperti jeruk, stroberi, lemin, anggur, jeruk bali dan markisa. Buah-buahan ini bisa mencegah berbagai jenis kerusakan karena mata karena kurang nutrisi.
6. Sumber Kacang-kacangan
Berbagai jenis kacang-kacangan sangat baik untuk memelihara kesehatan mata karena mengandung asam lemak omega 3 dan juga makanan yang mengandung vitamin E. Berbagai jenis kacang-kacangan yang bisa membantu mencegah mata minus antara lain adalah almond, kacang pistachio, mete, dan walnut.
7. Sayur dan Buah Berwarna
Berbagai jenis sayuran dan buah-buahan yang kaya dengan warna juga sangat baik untuk mencegah kerusakan mata karena mata minus. Beberapa jenis buah seperti wortel, jeruk, tomat, paprika, stroberi, labu, blewa, melon dan jagung juga sangat baik untuk membantu kesehatan mata menjadi lebih baik.

8. Daging Sapi
Cara mencegah mata minus alami dengan mengkonsumsi daging sapi tanpa lemak juga bisa menjaga kesehatan mata. Kandungan seng dalam daging sapi membantu tubuh dalam mempercepat proses penyerapan vitamin A sehingga penting untuk mengatasi pembentukan lapisan pada kornea mata.

Cara Mata Minus agar Bekerja Secara Normal

Mata minus tidak bisa bekerja secara normal dan mungkin kondisinya akan semakin parah apabila tidak diobati. Mata minus bisa diperbaiki atau dibantu agar bisa melihat dengan jelas. Langkah ini dilakukan dengan menggunakan kacamata lensa minus. Kacamata akan membantu mata agar bisa mendapatkan pandangan objek yang lebih fokus dengan cara memaksa otot mata untuk tetap berada pada kondisi normal. Kebutuhan untuk memakai kacamata akan terus dilakukan karena mata sudah terbiasa dibantu dengan kacamata. Selain menggunakan kacamata maka mata minus juga bisa dibantu dengan memakai lensa kontak dan operasi lasik.
Namun pada beberapa orang banyak yang merasa memakai kacamata akan membuat mata minus menjadi lebih parah. Hal ini terjadi karena mata sudah mulai tergantung dengan kacamata dan sulit untuk mendapatkan pandangan objek yang lebih bagus tanpa kacamata. Untuk melatih mata agar tidak tergantung dengan kacamata, dan cara mencegah mata minus semakin parah, bisa melakukan beberapa trik dibawah ini:
  • Jika anda membaca atau melihat semua benda dengan layar maka cobalah untuk mengatur jarak normal.
  • Gunakan cahaya yang baik untuk membantu Anda mendapatkan mata normal saat membaca atau melihat berbagai objek.
  • Berikan mata Anda waktu untuk beristirahat dari kacamata dengan melepasnya dan kemudian melihat lingkungan luar tanpa bantuan kacamata.
Hubungan antara kebiasaan antara faktor lingkungan dan nutrisi yang baik untuk mata memang bisa mencegah mata minus. Mata minus memang tidak bisa diobati dan hanya bisa dibantu untuk mendapatkan mata yang normal dengan bantuan kacamata. Sedangkan usaha untuk mencegah mata minus bisa dilakukan oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Kamis, 09 Februari 2017

Mata Kering: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya


Organ mata merupakan organ yang sangat penting karena dengan mata manusia akan dapat melihat dan mengenal dunia disekitarnya. Memiliki mata yang sehat dan penglihatan yang jelas merupakan idaman semua orang. Gangguan mata yang dialami banyak orang belakangan ini mengganggu aktivitas penderitanya. Gangguan mata seperti miopi dan hipermetropi maupun silindris akan menuntut penderitanya menggunakan kacamata, softlense atau alat bantu penglihatan lain. Memang terkadang orang yang menggunakan kacamata atau softlense terlihat lebih modis atau bisa mengikuti trend. Akan tetapi pada dasarnya mereka cukup terganggu dengan masalah kesehatan mata yang mereka alami.
Namun, selain miopi, hipermetropi dan juga silindris, ada gangguan mata lain yakni keratoconjunctivitis sicca atau biasa disebut dengan sindrome mata kering. Penyakit mata kering ini juga sangat mengganggu penderitanya. Penderita mata kering biasanya mengalami kekurangan cairan pada mata. Hal ini disebabkan karena cairan mata mudah menguap. Mata kering juga disebabkan karena produksi air mata yang dihasikan terlalu sedikit sehingga penguapan mata yang tidak terlalu banyak pun akan tetap menimbulkan mata kering. Penyakit mata kering juga memiliki faktor penyebab lainnya.
Penyebab
Selain disebabkan karena cairan mata mudah menguap serta kurangnya produksi air mata, penyakit mata kering juga dibabkan oleh beberapa faktor. Beberapa faktor yang menyebabkan mata kering diantaranya adalah :
  1. Usia
Orang yang sudah pada usia lanjut akan mudah mengalami mata kering. Pada usia lanjut, produksi air mata akan berkurang dibandingkan dengan orang yang masih muda.
  1. Terjadinya perubahan hormon
Salah satu pemicu mata kering yakni karena adanya perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh. Beberapa aktivitas perubahan hormon yang menyebabkan mata kering biasanya dipicu karena wanita sedang hamil, menggunakan alat kontrasepsi dan juga pada fase menjelang menopouse. Beberapa aktivitas hormon itulah yang dapat mengurangi produksi air mata dan membuat mata kering.
  1. Kurangnya Frekuensi Kedipan Mata
Orang yang mengedipkan matanya akan mempengaruhi produksi air mata. Semakin sedikit kedipan akan mengurangi juga produksi air mata. Dengan kondisi mata yang terbuka terlalu lama akan mnegakibatkan penguapan cairan mata juga lebih banyak. Beberapa aktivitas yang dapat mempengaruhi frekuensi kedipan mata seseorang yakni membaca, menulis, dan juga bekerja didepan komputer.
  1. Efek dari Penyakit tertentu
Danya keterkaitan antara satu sel dengan sel yang lain membuat penyakit dapat ditimbulkan oleh penyakit yang lain. Penyakit mata kering ini juga dapat disebabkan oleh efek dari beberapa penyakit lain yang diderita. Beberapa penyakit yang dapat mempengaruhi mata dalam memproduksi air mata diantara yakni blefaritis, HIV, sindrom Sjogren, konjungtivitis alergi, lupus, dermatitis kontak, disfungsi kelenjar meibomian dan beberapa penyakit lain.
  1. Paparan radiasi
Efek radiasi yang  menganai bagian mata dapat menyebabkan produksi air mata berkurang.
  1. Cedera Mata
Mata yang mengalami cedera akan mempengaruhi juga produksi air mata. Cedera yang dibebkan karena benturan atau iritasi pada mata dapat menyebabkan mata kering.
  1. Pemakaian kontaks lens, atau softlens
Pemakaian kontak lense memiliki efek samping bagi mata. Adanya benda yang menempel pada mata akan mengakibatkan kerja mata juga akan terganggu. Kontaks lens akan membantu penderita masalah mata untuk dapat melihat jelas, selain itu, penampilan menggunakan kontaks lens akan terlihat lebih modis karena dapat memiliki warna pupil yang berbeda. Namun, kontak antara lens dengan mata perlu diperhatikan karena dapat menyebabkan mata kering.
  1. Efek samping konsumsi obat-obatan
Mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan dapat mempengaruhi cairan mata. Produksi cairan mata kan berkurang dan menyebabkan mata menjadi kering. Beberapa obat yang dapat berpengaruh pada produksi cairan mata yakni antidepresan, diuretik, antihistamin, dan juga beta blocker.
  1. Efek samping Operasi Laser Pada Mata
Laser memang dikenal dapat mengganggu kesehatan mata. Paparan laser secara langsung terhadap mata akan membuat pandangan kabur. Selain itu laser identik dengan panas yang dapat mengakibatkan cairan dalam mata dapat mudah menguap.
  1. Lingkungan Tempat Tinggal
Kondisi yang terjadi di sekitar kehidupan akan mempengaruhi terjadinya penyakit salah satunya yakni mata kering. Orang yang tinggal di daerah yang tinggi dan memiliki iklim yang kering dan juga berangin dapat menyebabkan penyakit mata kering. Faktor lingkungan memang tidak dapat dihindari karena merupakan tempat mukin yang sudah sulit untuk ditinggalkan.
  1. Masalah Struktur Kelopak Mata
Masalah dari struktur kelopak mata dapat mengakibatkan mata kering. Masalah struktur mata seperti ektropi dan entropi membuat mata terititasi dan membuat air mata dapat menguap dengan cepat setelah mata mengalami kontak dengan udara secara terus menerus. Ekropi adalah pembalikan yang terjadi padakelopak mata bagian dalam ke arah luar. Sedangkan entropi adalah masalah yang terjadi pada kelopak mata luar yang masuk ke dalam.
Beberapa penyebab yang dapat menimbulkan mata kering dapat dihindari dan beberapa diantaranya sulit untuk dihindari karena memang sudah seharusnya terjadi seperti faktor usia. Bagi yang memiliki masalah dengan mata dan ragu apakah penyakit mata kering atau bukan dapat diketahui dari gejala yang ditimbulkan dari penyakit mata kering.
Gejala
Dari penyebab yang dapat memicu terjadinya penyakit mata kering, dapat dilihat apakah benar benar mengalami penyakit mata kering atau tidak. Cara mengetahui nya dengan mengenali gejala yang ditimbulkan dari penyakit mata kering. Beberapa gejala yang ditimbulkan dari penyakit mata kering yakni:
  1. Mata Berwarna Merah
Tidak seperti mata normal lainnya yang memiliki warna putih, mata penderita penyakit mata kering cenderung berwarna merah seperti orang sedang mengantuk.
  1. Mata Terasa Panas
Mata yang mengalami penyakit mata kering akan terasa panas.
  1. Mata Bengkak
Penyakit mata kering menyebabkan mata menjadi bengkak dan akan menimbulkan rasa sakit dan pegal.
  1. Mata Terasa Gatal
Bagi penderita mata kering akan mengalami masalah mata yakni mata akan terasa gatal.
  1. Mata Terasa Berpasir
Mata kering karena kekurangan cairan di dalam mata mengakibatkan mata terasa berpasir. Selain itu mata juga akan terasa kering dan tidak nyaman.
  1. Penglihatan Sensitif
Mata yang mengalami penyakit mata kering akan lebih sensitif terhadap lingkungan. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan sensitivitas mata yakni sinar matahari.
  1. Penglihatan Buram
Karena mata mengalami kekurangan kadar cairan di dalamnya, mata akan lebih cepat lelah. Kelelahan mata ini dapat menimbulkan penglihatan menjadi buram. Ketika penglihatan terasa buram maka penderita mata kering dapat berkedip untuk mengembalikan penglihatan agar tidak buram.
  1. Mata Menjadi Kotor
Ketika mata mengalami kekurangan cairan, akan muncul selaput lendir tipis di daerah sekitar mata.
  1. Menempelnya Kelopak Mata
Karena terjadi produksi lendir tipis pada mata, lendir ini akan tetap diproduksi meskipun sedang tertidur. Ketika tertidur, lendir pada bagian luar akan mengering dan mengakibatkan kelopak mata atas dan kelopak mata bawah melekat saling menempel. Akibatnya, ketika bangun tidur akan sulit untuk membuka mata, dan ketika memisahkan kelopak mata akan terasa sedikit sakit karena bulu mata juga ikut rekat diantara kelopak atas dan kelopka bawah.
Gejala pada penyakit mata kering dapat diketahui dan diidentifikasi sebelum mengalami mata kering yang lebih parah. Penyakit mata kering ini memiliki tingkat keparahan yang bervariasi. Mulai dari penyakit mata kering ringan sampai mata kering yang dianggap parah, bahkan bisa menimbulkan komplikasi. Mata kering yang terlalu parah dapat membuat retina menjadi berlubang dan sampai dapat mengakbatkan kebutaan. Untuk itu, apabila sudah timbul gejala mata kering sesegera mungkin untuk diatasi dan diobati agar penyakit mata kering tidak semakin parah dan menimbulkan kebutaan. Namun, sebelum menduga bahwa dari beberapa gejala diatas benar memang gejala dari mata kering, dapat dipastikan penyakit sebenarnya dengan melakukan periksa mata kepada dokter.
Diagnosa
Ketika merasakan gejala yang dialami yang diketahui sebagai pertanda mata kering, penderita dapat melakukan cek mata kepada dokter spesialis mata. Untuk mengetahui apakah benar mengalami penyakit mata kering atau tidak dilakukan test dengan menggunakan Schirmer test. Schrimer test dilakukan untuk mengukur tingkat kekeringan yang terjadi pada mata. Cara mengukur tingkat kekeringan mata dilakukan dengan menempelkan potongan kertas khusus yang kemudian menempelkannya di kelopak mata pada bagian bawah dalam kurun waktu 5 menit. Ketika sudah 5  menit kertas diambil dan diukur tingkat kebasahannya. Apabila area kertas yang basah hanya kurang dari 10 milimeter, maka pasien dapat dinyatakan mengalami penyakit mata kering.
Selain dengan mengukur kandungan cairan dalam mata, mata dapat dikatakan kering dengan mengukur kecepatan air mata mengering. Tes yang dilakukan untuk mengukur seberapa cepat air mata mengering yakni dengan menggunakan Flurescein dye test. Tes ini juga digunakan untuk melakukan tes untuk mendeteksi ada tidaknya kerusakan pada permukaan mata. Cara melakukan tes ini yakni dengan dibantu oleh cairan khusus berwarna kuning dan jingga untuk mengetahui kerusakan pada permukaan mata. Selain mendeteksi kerusakan kerusakan permukaan mata dengan flurecein dye test dapat juga dilakukan dengan cara tes lain yakni lissamine green test.
Agar penyakit mata kering ini tidak terlalu parah dan membahayakan mata, bagi orang yang sudah dipastikan mengalami kerusakan permukaan mata dan minim cairan mata harus segera melakukan pengobatan.

Pengobatan
Penyakit mata kering harus segera ditangani agar dapat diobati selagi masih mengidap mata kering tahap ringan. Dengan mengenali gejala yang ditimbulkan dan hasil diagnosa dari dokter, penanganan dapat dilakukan dan disesuaikan dengan seberapa parah tingkat kekeringan pada mata. Beberapa cara mengatasi mata kering berdasarkan tingkat keperahannya yakni :
  1. Menggunakan Obat Tetes
Apabila penyakit mata kering masih tergolong ringan, penderita penyakit mata kering cukup mengatasinya dengan memberikan obat tetes mata yang banyak dijual di apotek. Manfaat menggunakan obat tetes ini yakni sebagai pengganti air mata. Dengan menggunakan obat tetes mata, kandungan cairan di dalam mata akan terpenuhi dan memiliki kandungan air yang cukup sehingga tidak terjadi masalah mata kering yang lebih parah lagi.
  1. Konsumsi Obat Dalam
Apabila tingkat mata kering sudah lebih parah dari sebelumnya, penderita mata kering perlu melakukan konsultasi kepada dokter spesialis mata. Hal ini bertujuan agar penyakit mata kering tidak bertambah parah dan dapat diatasi dengan meminta resep obat yang diberikan oleh dokter. Obat untuk mata kering yang diberikan dokter kepada penderita mata kering ini memiliki beberapa fungsi. Obat yang dikonsumsi dapat menstimulasi produksi air mata sehingga produksi air mata dapat meningkat. Selain memicu produksi air mata, dengan konsumsi obat untuk mata kering dapat menurunkan risiko terjadinya kerusakan pada kornea mata.
  1. Sumbat Punktus
Apabila penyakit mata kering sudah tidak dapat diatasi dengan menggunakan obat tetes mata dan obat dalam, bisa dilakukan cara lain yakni dengan sumbat punktus. Sumbat punktus adalah salah satu metode pengobatan penyakit mata kering dengan menyumbat saluran pembuangan air mata. Cara pengobatan ini dilakukan dengan menyumbat beberapa lubang tempat pembuangan air mata yang terletak di sudut bagian mata. Dengan melakukan penyumbatan pada lubang saluran pembuangan air mata diharapkan cairan mata tetap terjaga sehingga mata tidak mudah mengalami kekeringan. Metode sumbat punktus inipun dilakukan dengan dua prosedur yang berbeda. Yakni ada sumbat punktus secara sementara dan juga sumbat punktus permanen. Sumbat punktus sementara yakni penyumbatan pada bagian lubang saluran pembuangan air mata akan disumbat ketika mata mengalami kekeringan dan kemudian sumbatan tersebut akan diangkat ketika sudah tidak diperlukan. Sedangkan sumbat punktus secara permanen dilakukan dengan memberikan penyumbatan pada saluran pembuangan air mata secara permanen. Namun sebelum melakukan sumbat permanen, dokter akan meminta persetujuan langsung dari pasien.
Beberapa cara pengobatan tersebut dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan mata kering. Agar tidak perlu melakukan pengobatan dan tidak ingin mengalami mata kering, bagi yang masih memiliki mata sehat untuk menjaga kesehatan pada bagian matanya. Caranya yakni dengan mencegah mata kering agar tetap terjaga kesehatannya.
Pencegahan
Cara pencegahan mata kering yang dapat dilakukan antara lain yakni :
  1. Menjaga agar mata tetap bersih dan terhidanr dari benda yang membuatnya kotor.
  2. Memberikan perlindungan kepada mata agar tidak terkena debu apabila sedang berada di wilayah yang kering dan tidak berangin.
  3. Memanfaatkan penggunaan prosuk yang dapat melembabkan udara, beberapa brand sudah di jual di pasaran.
  4. Memberikan waktu istirahat untuk mata agar tidak terlau tegang setiap hari.
  5. Memberikan perlindungan apda mata agar terindar dari asap motor terlebih yang ada di jalanan umum.
  6. Menghindari menggunakan make up pada bagian mata, atau make up yang memang untuk mata. Beberapa make up mata yang perlu dihindari yakni menggunakan eye liner dan mascara.
  7. Mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan kesehatan mata yakni zat omega 3 dan omega 7
Pencegahan ini dilakukan agar semua orang baik penderita maupun non penderita mata kering tetap menjaga kesehatan. Pencegahan bisa dilakukan oleh kemauan diri kita sendiri dengan menghindari penyebab terjadinya mata kering. Namun jika memang benar benar sudah pada tingkat yang parah, maka diperlukan pengobatan untuk mengatasi mata kering. Pengobatan dan pencegahan mata kering perlu dilakukan agar mata tetap sehat dan dapat melihat dengan jernih tanpa gangguan apapun.

Lensa Kontak Untuk Mata, Berbahayakah?

ads
Bahaya lensa kontak untuk mata belum banyak diketahui oleh si pemakai lensa kontak itu sendiri. Ada yang menggunakan lensa kontak karena memang membutuhkannya atau sebagai pengganti kacamata,  ada juga yang memakai lena kontak hanya untuk style semata. Sungguh disayangkan jika memakai lensa kontak untuk mata hanya untuk terlihat lebih style saja tanpa mengetahui bahaya dari lensa kontak tersebut. Bisa kita lihat sekarang ini, untuk mempercantik bola matanya baik wanita maupun laki-laki banyak yang menggunakan softlens di kedua bola matanya. Banyak sekali pola dari softlens yang memikat dengan dihiasi dengan warna-warna yang menarik membuat siapa saja menjadi jatuh hati dan ingin memakainya.
Saat ini ada jenis-jenis penyakit mata  beberapa diantaranya adalah minus, plus dan juga silinder sehingga harus memakai kacamata, Sebelum memakai softlens pengganti kacamata ada baiknya mempertimbangkan baik dan buruknya dari softlens itu. Berikut ini adalah bahaya lensa kontak untuk mata yang harus diwaspadai :
  1. Iritasi dan Mata Merah
Untuk menghindari bahaya minus tanpa kacamata  orang-orang ingin menggunakan softlens atau lensa kontak. Hal itu dikarenakan mereka merasa risih dan tidak pede jika harus menggunakan kacamata yang mengganggu penampilan. Iritasi diakibatkan oleh adanya benda asing yang menempel di bola mata dan menyebabkan iritasi. Mata merah dan kering juga banyak dialami oleh orang yang mengalami iritasi akibat softlens. Oleh sebab itu orang yang memakai softlens diwajibkan untuk membawa tetes mata khusus lensa kontak agar matanya tidak menjadi kering.
  1. Infeksi
Penggunaan softlens kebanyakan digunakan untuk mengurangi gejala mata minus  tanpa menggunakan kacamata. Sayangnya penggunaan softlens yang salah dan tidak tahu cara merawatnya justru akan membuat penggunanya mengalami berbagai macam masalah mata. Jika mata hanya mengalami iritasi, bola mata tidak akan mengalami masalah selama iritasi itu bisa diatasi. Namun jika kasusnya sudah menjadi infeksi mata maka akan menimbulkan bekas luka di kornea mata. Karena infeksi yang terjadi itu kebanyakan menyerang retina. Infeksi itu juga menyebabkan rasa gatal sebab kuman telah masuk ke dalam kornea mata sehingga akan sangat bahaya mengucek mata  menggunakan tangan anda yang kotor. Kuman dan bakteri akan semakin berkembangbiak di dalam mata.
  1. Leukoma
Dampak berat dari penggunaan lensa kontak yang sudah terinfeksi adalah mengalami leukoma. Leukoma merupakan adanya becak putih seperti porselen yang ada di dalam kornea mata. Leukoma itu merupakan dampak akibat infeksi yang ada di mata dan diakibatkan oleh softlens.
Bercak putih seperti kilau proselen dari kejauhan itu akan ada di salah satu kornea atau di kedua kornea mata. Munculnnya leukoma di kornea mata bisa menyebabkan gangguan padangan pada pasien.

  1. Akibat ringan dari infeksi mata yang diakibatkan oleh softlens adalah nebula. Kebanyakan infeksi itu ada di kornea mata sehingga nebula juga akan menyerang mata. Nebula ini berbeda dengan leukoma, perbedaannya adalah leukoma bisa terlihat dari jarak jauh sedangkan nebula kekeruhan korneanya bisa dilihat dari jarak dekat.Nebula
  1. Konjungtivitis
Bahaya lensa kontak bagi mata selanjutnya yang cukup penting adalah terjadinya konjungtivitis. Akibat lainnya dari softlens mata adalah terjadinya konjungtivitis. Penyakit ini merupakan munculnya peradangan di konjungtiva yang diakibatkan oleh bakteri maupun virus yang ada di softlens tersebut atau karena tangan yang dipenuhi dengan bakteri dan kuman. Peradangan yang terjadi pada penderita konjungtivitis ada di selaput lendir mata, menyebabkan mata menjadi bengkak bahkan bisa sampai terkena kerusakan kornea mata. Gejala utama yang akan dialami orang yang mengalami penyakit ini adalah adanya rasa mengganjal seperti kemasukan benda asing di mata, sekitar mata sakit, pembengkakan pada mata dan juga munculnya rasa gatal di mata.
  1. Menyebabkan Ulkus Kornea
Tahukah anda apa itu ulkus kornea?, ulkus kornea merupakan ditemukannya luka terbuka pada kornea yang ada di lapisan terluar. Hal ini bisa terjadi pada orang yang menggunakan lensa kontak sepanjang hari atau melebihi dari batas waktu pemakaian lensa kontak mata. Orang yang menderita ulkus kornea tidak boleh melihat matahari secara langsung sebab bahaya melihat matahari langsung bagi penderita ulkus kornea adalah akan mengakibatkan  mata menjadi nyeri tak tertahankan.
  1. Bentuk Bola Mata Berubah
Orang yang memakai lensa kontak dalam waktu yang lama dan melekat erat di kornea bisa menyebabkan bentuk bola mata berubah menyerupai bentuk softlens yang digunakan. Hal itu dikarenakan setelah berkali-kali penggunakan lensa kontak, lensa itu justru kehilangan bentuk aslinya. Ketika digunakan kembali bentuk lensa kontak yang kehilangan bentuk aslinya justru akan mempengaruhi bentuk bola mata yang ada di dalam tubuh manusia.
  1. Alergi
Bahaya penggunaan lensa kontak lainnya adalah orang tersebut akan mengalami alergi di matanya. Alergi itu bisa berupa mata menjadi gatal, rasa tidak nyaman dan masih banyak lagi lainnya. Alergi mata itu menyebabkan orang yang mengalaminya merasakan gatal sepanjang waktu akibat pemakaian lensa mata itu. Cara mengatasi alergi sangat dibutuhkan ketika seseorang mengeluhkan rasa gatal di kedua bola matanya. Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa digunakan untuk mengatasi alergi mata yang disebabkan oleh lensa kontak mata :
  • Lepas lensa kontak anda.
  • Teteskan sebanyak 3 sampai dengan 4 tetes air mata untuk meredakan rasa gatal yang ada di kedua mata.
  • Mengkonsumsi obat khusus untuk alergi mata. Obat anti alergi yang bisa anda gunakan adalah pil antihistamin misalnya saja loratadin dan juga cetirizine.
  • Menghindari pemicu alergi seperti debu.
  • Penggunaan kacamata diperlukan untuk menghindari partikel kecil yang ingin masuk ked ala mata.
  • Hindari pengucekan mata meskipun anda merasakan sangat gatal.
  • Ketika rasa gatal merajalela anda bisa mengompres kedua mata anda menggunakan es batu. Hal itu dikarenakan es batu bisa meringankan gatal yang anda derita.
  • Menjaga kebersihan tangan dan juga lingkungan yang ada di sekitar.
  1. Katarak
Bahaya sinar matahari di siang hari sebaiknya diperhatikan oleh orang yang menderita katarak. Dikarenakan orang yang mengalami katarak dan dia melihat matahari secara lansgung dia tidak akan bisa melihat selama beberapa detik karena silau dan mengalami pusing sesaat.
Orang yang menggunakan softlens akan beresiko terkena katark, sehingga mereka harus mengetahui gejala katarak  itu apa saja. Ciri ciri mata katarak  yang paling banyak diketahui adalah mata tersbeut akan silau saat malam hari karena cahaya lampu dan juga saat melihat matahari secara langsung. Softlens bisa menyebabkan mata katarak dikarenakan softlens yang digunakan bisa melukai kornea mata manusia sehingga kinerja kornea mata menjadi terganggu dan katarak akan muncul. Oleh sebab itu menghindari pemakaian softlens bisa menjadi salah satu cara mencegah katarak  secara dini.
  1. Mata Kurang Peka
Masalah lainnya yang akan timbul adalah mata menjadi kurang peka untuk menlihat. Orang yang menggunakan lensa menjadi kurang peka atau kurang fokus dalam menatap sebuah objek dekat maupun jauh.Tidak hanya itu saja, permukaan mata pun juga kurang peka sebab sering tersentuh dengan kontak mata tersebut. Hal ini bisa terjadi pada orang yang menggunakan lensa mata terlalu lama sehingga menimbulkan infeksi dan iritasi.
  1. Kebutaan
Dampak terparah dari orang yang menggunakan lensa mata adalah kebutaan. Hal itu terjadi sebanyak 1 persen dari pengguna lensa mata yang ada. Ada suatu kasus dimana cairan plastik softlens meleleh karena panas dari asap pembakaran sehingga cairan plastik softlens tersebut merekat kencang di mata dan sulit untuk dilepaskan. Orang yang mengalami hal tersebut pun mengalami kebutaan permanen. Menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa pengguna softlens tidak boleh dekat-dekat dengan api maupun dengan asap dari api tersebut. Hal itu akan sangat berbahaya sekali sebab bisa menyebabkan cairan plastik softlens meleleh dan melekat ke mata. Tidak hanya itu saja cairan pastik panas itu mampu masuk ke mata dan merusak jaringan yang ada di mata. Kebutaan pun tidak bisa dihindarkan.
  1. Mata Mudah Belekan dan Bintitan
Salah satu penyebab mata bintitan dan belekan adalah menggunakan softens terlalu lama dan digunakan untuk menatap layar komputer dalam waktu yang lama. Sebagai cara menghilangkan mata bintitan dengan cepat adalah menghindari penyebab bintitan dan belekan tersebut yaitu tidak menggunakan softlens dalam waktu yang lama.
Cara Menggunakan Lensa Kontak yang Benar
Bahaya-bahaya tersebut tidak lepas dari penggunaan lensa kontak mata yang salah. Oleh sebab itu anda harus tahu bagaimana caranya menggunakan lensa kontak yang benar. Berikut ini adalah cara yang harus anda lakukan ketika anda menggunakan lensa kontak :
  • Usahakan ketika anda akan menyentuh softlens tangan anda dalam keadaan bersih dari kuman.
  • Menemui dokter ahli mata untuk mengetahui lensa apa yang cocok untuk mata anda dan lensa mata seperti apakah yang aman untuk kesehatan mata.
  • Jangan memakai softlens saat anda tidur.
  • Membersihkan softlens secara teratur, jika tidak dibersihkan softlens akan mengandung banyak kuman dan bakteri.
  • Simpanlah lensa kontak pada tempatnya yaitu di tempat yang lembab dan menghindarkan softlens dari bahaya sinar matahari langsung.
  • Mengganti wadah lensa setiap 3 bulan sekali.
  • Penyimpanan lensa harus menggunakan cairan pembersih yang baru dan jangan menggunakan cairan lensa yang sudah dipakai.
  • Ganti penggantian lensa kontak sesuai dengan anjuran dokter.
  • Memeriksakan mata secara rutin.
  • Hindari mengucek mata sebab akan membuat posisi lensa mata menjadi tidak tepat di kornea mata. Lensa kontak yang tidak sesuai posisinya akan membuat mata justru terinfeksi dan teriritasi.
Itulah berbagai macam bahaya lensa kontak untuk mata yang harus diketahui. Penggunaan lensa kontak mata yang aman dan sesuai aturan harus melibatkan dokter ahli di matanya. Pemantauan dari dokter mata dan berkonsultasi dengan dokter mata akan menghindarkan anda dari berbagai macam bahaya lensa kontak untuk mata.

Penyebab Rabun Jauh dan Cara Mencegahnya

ads
Rabun jauh merupakan salah satu gangguan refraksi pada mata yang menyebabkan penderitanya tidak mampu melihat obyek yang jauh dengan jelas. Kondisi ini juga sering disebut dengan mata minus atau miopia. Adapun tingkat keparahan gangguan penglihatan ini bisa berbeda pada setiap penderitanya. Seseorang yang menderita rabun jauh tidak memerlukan adanya penanganan khusus.
Rabun jauh bisa dialami oleh siapa saja dan pada umur kapanpun. Namun biasanya rabun jauh akan mulai dirasakan oleh seseorang ketika ia menginjak usia kanak-kanak hingga ke bangku sekolah. Umumnya, rabun jauh akan menyebabkan gejala-gejala berikut ini:
  • Pandangan akan menjadi kabur ketika melihat obyek yang jauh sehingga sering menyebbakan penderita rabun jauh harus menyipitkan matanya ketika melihat obyek yang jauh. Misalnya ketika melihat tulisan yang ada di papan tulis atau ketika melihat rambu-rambu di jalan raya.
  • Rabun jauh menyebabkan mata harus bekerja lebih ekstra agar bisa melihat obyek yang jaraknya jauh, kondisi tersebut menyebabkan penderita rabun jauh sering mengalami sakit kepala.
  • Sering mengedipkan mata dibandingkan orang-orang yang memiliki mata normal.
  • Sering menggosok mata karena merasa mata cepat lelah ketika digunakan untuk berbagai macam aktivitas.
  • Seringkali terlihat tidak menyadari akan adanya obyek yang jauh.
Gejala tersebut biasanya akan semakin parah seiring dengan pertambahan usia seseorang dan juga jenis aktivitas yang dilakukan adalah aktivitas yang membuat mata cepat lelah atau harus bekerja ekstra. Jika Anda merasa rabun jauh sudah sangat mengganggu aktivitas maka sebaiknya Anda segera menghubungi dokter.
Penyebab Rabun Jauh
Secara medis, rabun jauh disebabkan oleh kerusakan pada refraksi mata. Pada kondisi yang normal, kornea atau lensa mata memiliki bentuk dan permukaan yang halus sehingga bias cahaya yang masuk bisa terpusat pada retina mata. Akan tetapi lain halnya dengan penderita rabun jauh. Kerusakan refraksi pada mata akan menyebabkan cahaya yang masuk ke mata justru akan terfokus di depan retina dan bukan tepat di depan retina seperti pada mata normal. Kondisi inilah yang menyebabkan pandangan terhadap suatu obyek menjadi kabur.
Adapun beberapa faktor yang menyebabkan kerusakan refraksi mata tersebut adalah:
1. Faktor Genetis
Hingga saat ini peneliti mengungkapkan bahwa faktor genetis merupakan faktor yang paling potensial yang menyebabkan rabun jauh. Menurut penelitian, anak-anak yang memiliki orang tua pengidap rabun jauh akan memiliki resiko untuk menderita rabun jauh 30% lebih tinggi dibandingkan orang-orang yang tidak memiliki riwayat keluarga terhadap rabun jauh. Namun akhir-akhir ini tingginya kasus penderita rabun jauh kebanyakan bukan karena faktor genetis, melainkan karena faktor lingkungan, pola hidup, dan juga kebiasaan.
2. Melakukan Aktivitas dengan Obyek Terlalu Dekat dengan Mata
Saat melakukan aktivitas dengan melibatkan mata sebagai indera utama sebaiknya Anda tidak meletakkan obyek terlalu dengan mata. Meletakkan obyek terlalu dekat dengan mata akan menyebabkan kinerja mata harus lebih ekstra dan membuat mata lebih cepat lelah.

Adapun beberapa aktivitas yang bisa meningkatkan resiko rabun jauh adalah terlalu mendekatkan mata dengan obyek ketika sedang membaca, menonton televisi, bekerja di depan komputer, terlalu lama menatap layar ponsel, dan lain sebagainya. Beberapa aktivitas tersebut akan memaksa mata bekerja lebih keras sehingga meningkatkan resiko rabun jauh.
3. Terlalu Lama Beraktivitas dengan Jarak Pandang yang Sama Setiap Hari
Terlalu lama beraktivitas dengan jarak pandang yang sama setiap hari sama halnya memaksa mata untuk berkontraksi lebih lama dan membuat mata lebih cepat lelah. Terlalu lama bekerja di depan layar komputer, di depan mesin, atau di depan berkas-berkas setiap hari akan membuat otot mata berkontraksi secara monoton. Untuk mencegah hal tersebut, mata harus istirahat secara berkala. Jangan memaksakan mata untuk bekerja secara monoton. Ada kalanya Anda harus istirahat dengan melihat pemandangan di luar tempat kerja Anda sehingga mata tidak mudah lelah.
4. Tinggal di Tempat yang Sempit dan Sesak
Tinggal di tepat yang sempit dan penuh sesak akan membuat pandangan mata cenderung monoton dan terbatas. Akibatnya, otot mata akan kurang berkontraksi untuk melihat obyek yang jauh sehingga otot mata menjadi tidak normal. Untuk mencegah hal tersebut, aturlah rumah Anda sedemikian rupa sehingga kita bisa melihat dengan jarak pandang yang jauh. Melihat obyek jarak jauh secara berkala akan membantu melatih mata kita menjadi lebih sehat.
Beberapa kebiasaan buruk juga bisa menyebabkan otot mata cepat lelah dan  meningkatkan resiko terkena rabun jauh. Beberapa kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan rabun jauh ialah seperti membaca sambil tidur-tiduran, membaca di tempat yang terlalu redup, membaca di bawah sinar matahari secara langsung sehingga membuat mata silau, serta menatap sumber cahaya secara langsung merupakan beberapa kebiasaan yang akan menyebabkan rabun jauh.

6. Mata Terlalu Lama Berada di Balik Media Transparan yang Tidak Cocok untuk Mata
Terlalu lama mata berada di balik media transparan yang tidak cocok untuk mata bisa mengganggu kesehatan mata, seperti terlalu sering dan lama memakai helm, terlalu lama memakai kacamata yang memiliki lensa tidak sesuai untuk mata, dan lain sebagainya.
7. Kekurangan Asupan Gizi
Faktor lain yang bisa menjadi penyebab rabun jauh adalah kurangnya asupan nutrisi yang penting bagi kesehatan mata. Kurangnya asupan vitamin Alutein, dan zeaxantin bisa meningkatkan resiko gangguan refraksi pada mata. Tidak hanya rabun jauh, kekurangan beberapa nutrisi tersebut juga bisa menyebabkan rabun dekat, katarak, juga berbagai macam gangguan mata lainnya.

Cara Mencegah Rabun Jauh

Seiring dengan pertambahan usia rabun jauh juga akan semakin mungkin untuk diderita. Dengan kata lain, rabun jauh tidak dapat dicegah, namun perkembangannya bisa diperlambat dengan metode berikut ini:
  • Lakukan pemeriksaan rutin terhadap mata Anda, bahkan meskipun Anda tidak merasakan gangguan apapun pada mata. Cara tersebut akan membantu memberikan diagnosis dini jika mata Anda mengalami gangguan.
  • Mengontrol kondisi kesehatan kronis seperti diabetes dan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Kedua kondisi medis tersebut bisa meningkatkan resiko kerusakan pada mata bahkan bisa menyebabkan kebutaan.
  • Lindungi mata dari paparan sinar matahari. Radiasi sinar ultraviolet  merupakan salah satu pemicu kerusakan pada refraksi mata. Untuk itu, pakailah kaca mata hitam ketika hendak melakukan kegiatan di luar rumah dan langsung di bawah paparan sinar matahari.
  • Cegah resiko cedera mata dengan menggunakan kacamata pelindung, terutama ketika akan melakukan beberapa aktivitas seperti olah raga, memotong rumput, melukis, mengecat, atau saat terpapar asap.
  • Konsumsilah makanan yang sehat dan seimbang. Kesehatan tubuh kita, termasuk kesehatan mata sangat didukung dengan pola asupan makanan yang baik. Tingkatkanlah asupan makanan yang mengandung vitamin A, lutein, dan zeaxantin untuk meningkatkan kesehatan mata. Selain itu upayakan untuk mengurangi makanan yang kaya akan kandungan kolesterol. Kolesterol tinggi bisa memicu diabetes dan darah tinggi sehingga memicu kerusakan pada mata.
  • Tidak merokok dan minum minuman beralkohol. keduanya merupakan kebiasaan buruk yang akan meningkatkan resiko berbagai macam penyakit, termasuk kerusakan pada mata.
  • Hindari kelelahan berlebih pada mata. Jika Anda sibuk bekerja di depan komputer atau sedang sibuk membaca maka usahakan untuk beristirahat beberapa menit agar otot mata tidak kelelahan. Jangan memaksakan mata bekerja jika memang sudah merasa lelah.
  • Kenali setiap gejala gangguan refraksi pada mata seperti pandangan kabur, melihat kilatan cahaya, bintik-bintik hitam, serta lingkaran cahaya di sekitar pandangan. Kondisi tersebut mungkin menandakan gejala medis tertentu seperti glaukoma, stroke, atau karena adanya robekan pada retina mata.
Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa rabun jauh bisa disebabkan oleh faktor genetis, lingkungan, kebiasaan, dan juga asupan gizi. Untuk mencegah rabun jauh Anda harus mengenali gejala-gejala kerusakan mata dan menerapkan pola hidup sehat.

Gejala Mata Silinder dan Cara Mengatasinya


Ada sejumlah komponen kunci yang dimiliki oleh indera penglihatan kita supaya kita dapat melihat dengan sempurna, dan sistem optik mata termasuk di dalamnya, meliputi lensa dan kornea. Dua komponen ini sangat vital karena keduanya bekerja sama supaya cahaya yang masuk terfokus dan dalam proses pembentukan gambar yang baik di retina kita. Ketidaksempurnaan bentuk kornea biasanya dialami oleh para penderita mata silinder.
Kornea bentuknya seharusnya mempunyai cembungan yang bagus dan mirip seperti lengkungan yang kita lihat pada bola. Cembungan bola mata yang ada pada mata silinder tampak seperti bola rugbi dan cembungan yang tidak sempurna di lensa mata juga bisa menjadi pemicu mata silinder. Mata silinder akan diderita saat pembentukan cembungan mengalami ketidaksempurnaan dan ketidakrataan.
Mata silinder ini disebabkan oleh masuknya cahaya yang berasal dari kornea tak difokuskan ke satu titik di retina dan akhirnya malah membuat kaburnya penglihatan. Kemungkinan memang hal ini dapat terjadi karena kecacatan dari lahir, namun ada beberapa penyebab lainnya mengapa mata bisa silinder, seperti:
  • Keadaan yang berpengaruh pada kelopak mata yang malah memicu gangguan pada kornea.
  • Kornea mengalami perubahan, seperti menipis maupun membengkak.
  • Pernah melakukan operasi mata di mana kornea akhirnya menjadi berubah.
  • Jaringan parut di kornea mata diakibatkan oleh infeksi.
Setelah melirik sedikit kepada penyebabnya, kira-kira apa gejala mata silinder yang perlu diwaspadai? Ada 2 macam kondisi yang perlu diperhatikan, yakni astigmatism renda dan tinggi di mana keduanya memiliki gejala yang cukup berbeda.
Gejala Astigmatism Tinggi
  1. Penglihatan Berbayang atau Buram
Entah jarang atau sedikit, penglihatan yang kabur dan Anda juga mengeluh bahwa bagian kepala kerap sakit atau terjadi asthenopia yang dialami sehabis mengenakan lensa yang hampir dekat dengan koreksi tinggi astigmatis, maka Anda jangan ragu untuk memeriksakan mata. Keluhan seperti ini biasanya timbul karena akomodasi di mana akomodasi tak punya kemampuan untuk memberikan power cylinder, jadi astigmatism tinggi pun tak tertolong untuk mengoreksi keburaman penglihatan. Ketidaknyamanan akan muncul ketika adanya sisa astigmatism karena astigmatism tak dapat dinetralisir seluruhnya.
  1. Sudut Penglihatan Menyempit
Jika Anda pernah tahu tentang penderita myopia, maka ini menjadi salah satu gejalanya di mana sudut pandang mata akan meneympit. Otomatis penderita akan memiliki kebiasaan menyipitkan mata tak hanya ketika melihat jauh, tapi juga saat melihat dekat.
  1. Memutar Kepala untuk Penglihatan Lebih Jelas
Gejala maupun ciri yang terlihat selanjutnya adalah penderita akan kerap memutar-mutar kepalanya dengan tujuan supaya bisa melihat lebih jelas. Ini bisa menjadi tanda bahwa astigmatism tinggi diderita oleh orang tersebut.
  1. Memiringkan Kepala
Penderita astigmatism tinggi akan sering memiringkan kepala. Hanya saja, ini akan terjadi pada orang yang menderita astigmatism oblik yang tinggi.
  1. Membaca Lebih Dekat
Seperti pada kondisi orang yang mengalami mata minus atau myopia, gejala mata silinder atau astigmatism tinggi adalah membaca terlalu dekat. Anda akan kesulitan melihat tulisan yang agak jauh dari mata sehingga bacaan harus dipegang lebih mendekat ke mata agar jelas.
Gejala Astigmatism Rendah
  1. Mata Cepat Lelah

Penglihatan Buram saat Melihat Dekat
Anda berkemungkinan positif mengidap mata silinder atau astigmatism, terutama astigmatism rendah, ketika Anda melakukan pekerjaan membutuhkan ketelitian tinggi. Pekerjaan dengan jarak fiksasi akan membuat mata akan terasa capek dengan cepat meski setelah pekerjaan selesai, mata akan terasa enteng.
Kesannya seperti gejala dari mata plus karena penglihatan mengabur saat melihat jarak dekat. Hal ini biasanya akan dikurangi dengan cara mengucek mata atau dengan menutup mata seperti kasus hypermetropia. Gejala seperti ini pun akan muncul bagi ayng mengalami hypermetropia pada level rendah. Pada umumnya, penderita astigmatism yang rendah tak akan mengekspresikan segala gejala maupun keluhan apabila tidak menggunakan mata untuk bekerja secara ekstrim yang menyebabkan keletihan yang tinggi.
  1. Sakit Kepala
Jika terjadi pengaburan pada penglihatan, otomatis sakit kepala akan menjadi efeknya yang sudah sangat jelas. Hanya saja, sakit kepala yang dirasakan penderita adalah khusus di bagian depan atau frontal.
  1. Sulit Fokus
Karena penglihatan berbayang, maka kepala akan terasa sakit dan akhirnya pun akan menjadi sulit untuk fokus, terutama saat mencoba fokus untuk melihat sebuah benda tertentu. Pada anak-anak, mata silinder akan membuat mereka sulit untuk memfokuskan pandangan pada garis dan kata-kata yang tercetak di bacaannya.
Ketegangan Mata
Karena mata berkondisi lelah dan juga disertai dengan kepala yang sakit, mata pun akhirnya juga merasakan ketegangan.
  1. Tak Dapat Melihat Cahaya
Cahaya yang mengenai mata langsung akan terlalu mengganggu untuk para penderita mata silinder dan salah satu contoh situasinya adalah merasa terlalu silau ketika berkendara di malam hari. Selain itu, seseorang yang menderita mata silinder akan sulit melihat cahaya dalam bentuk apapun dalam waktu yang lama. Cahaya sendiri tak baik untuk mata karena bisa mengakibatkan terkena radiasi yang bisa memperburuk kesehatan mata.
Mata Silinder Vs. Mata Myopia
Banyak orang bertanya-tanya apa perbedaan dari kondisi mata silinder dengan mata myopia atau minus karena memiliki kemiripan dengan gejala mata minus. Maka untuk itulah, ada penjelasan singkat mengenai keduanya seperti berikut ini.
Astigmatism atau Silinder
Kondisi mata silinder dikarenakan adanya panjang kornea yang diketahui berbeda, antara vertikal dan horisontal yang bisa saja merupakan kondisi genetik alias keturunan. Gaya hidup tak benar juga memiliki peran dalam menaikkan risiko silinder, seperti melihat atau membaca jauh dengan posisi tubuh dan kepala miring serta membaca dan menonton TV sambil tiduran. Beda dari mata minus yang bisa naik meski sudah menggunakan optik, silinder tidak seperti itu.
Silinder diketahui tak akan mudah bertambah apabila sudah mengenakan ukuran yang benar pada lensa kontak atau kacamata. Kemungkinan untuk silinder bertambah memang ada, tapi ini akan dialami jika Anda tak menggunakan ukuran yang tepat atau aslinya sesuai kondisi. Umumnya, jika ukuran sebenarnyalah yang diberikan, maka tak gampang bagi silinder untuk naik dan biasanya akan tetap stabil.
Mata Minus/Rabun Jauh atau Myopia
Ketika sumbu bola mata terlalu panjang, disertai dengan kornea yang melengkung lebih pendek, maka terjadilah mata minus atau rabun jauh ini. Bisa dikarenakan keturunan, tapi juga bisa dipicu oleh kebiasaan tak sehat, seperti bekerja terlalu lama di depan komputer dan juga membaca atau fokus pada tulisan terlalu lama. Seiring waktu, bila kebiasaan ini berlanjut, maka mata minus bisa mengalami penambahan, makan juga bisa bertambah pada seseorang yang ada pada masa pertumbuhan.
Bertambahnya minus pada mata bisa disebabkan sumbu bola mata yang rupanya dapat memanjang ketika seseorang memiliki tinggi badan yang bertambah. Terapi maupun obat tak dapat mencegah myopia, kecuali operasi lasiklah yang dilakukan. Pada umumnya, ketika seseorang dengan mata minus mendekati umur 30-an, maka minus pada mata akan berhenti bertambah, sedangkan bagi yang usianya memasuki 40-an, minus pada mata malah berkemungkinan turun.
Cara Mengatasi Mata Silinder
Tak perlu khawatir bila mata Anda terkena kondisi silinder karena ada beberapa langkah yang bisa dianggap sebagai cara ampuh untuk mengatasinya, seperti di bawah ini:
  1. Kompres Mata Menggunakan Air Hangat
Kompres mata adalah cara yang mudah dan bisa dilakukan ketika Anda tengah memiliki waktu senggang di rumah. Gunakan air hangat untuk mengompres mata setiap hari dan biarkan mata rileks tanpa bergantung dengan kacamata maupun lensa kontak. Kompres mata adalah cara alami yang akan membantu mengurangi ketegangan pada mata dan membuatnya lebih lentur.
  1. Olahraga Mata
Sebelum tidur maupun saat bangun tidur, cobalah untuk membuat mata Anda aktif dengan melatihnya supaya lentur. Buka mata supaya oksigen yang didapatkan pun cukup, hanya dengan menggerakan kedua mata ke kanan dan ke kiri, lalu biarkan pandangan mengarah lurus ke depan. Lanjutkan dengan menekan perlahan kedua pelipis mata kiri dan kanan menggunakan dua tangan Anda, kemudian berilah pijatan lembut yang memutar seperti arah jarum jam. Jangan ketinggalan untuk memberikan pijatan juga di belakang kepala bagian bawah.
  1. Menjauhi Kebiasaan Buruk
Untuk membuat kondisi mata tak bertambah serius, cobalah untuk menjauhkan diri dari kebiasaan tak sehat untuk mata, seperti membaca terlalu dekat, membaca terlalu lama, membaca di tempat gelap, menonton TV terlalu dekat, serta terlalu lama di depan komputer (entah itu bermain game atau browsing internet). Semua kegiatan ini akan menambah tingkat keletihan pada mata Anda.
  1. Operasi Lasik
Prosedur ini cukup umum dan kerap ditempuh oleh orang-orang penderita mata silinder di mana laserlah yang digunakan untuk mengubah bentuk kornea. Lapisan permukaan kornea pada awalnya akan dibuka dengan menggunakan keratom yang merupakan alat khusus. Baru selanjutnya pemakaian laser untuk dapat memberikan perubahan bentuk lapisan kornea yang letaknya ada di bagian bawah lapisan yang sudah dibuka. Baru setelah itu prosedur penutupan dilakukan.
  1. Menjaga Kebersihan Mata
Mata yang selalu terjaga kebersihannya adalah yang terbaik karena ini juga akan otomatis mengurangi risiko bertambah parahnya gangguan kesehatan mata. Dengan memanfaatkan kapas yang sudah Anda rendap di air bersih, Anda bisa mulai menyeka mata yang diawali dari sisi kiri ke kanan dengan satu kali usap; ini salah satu cara menjaga kesehatan mata yang ampuh dengan berfokus pada kebersihannya. Dua kali usap justru akan membuat kotoran menempel di mata dari proses pengusapan yang pertama. Jika menggunakannya 2 kali juga akan memicu terjadinya luka di bagian mata.
  1. Mengonsumsi Suplemen untuk Kesehatan Mata
Bila biasanya suplemen dikonsumsi untuk menyehatkan organ dalam tubuh dan menjaga supaya daya tahan tubuh tetap bugar, ada juga tersedia suplemen yang memberikan nutrisi atau gizi lebih bagi kesehatan mata. Mata silinder dapat terjadi ketika seseorang mengalami kekurangan gizi pada mata. Suplemen untuk mata cukup mudah ditemukan di apotek terdekat maupun toko-toko obat, jadi Anda tinggal memiliki mana suplemen mata yang paling baik dan tentunya sesuai dengan anjuran dari dokter mata Anda.
  1. Mengonsumsi Buah Berkandungan Vitamin C
Mengonsumsi buah serta makanan yang mengandung vitamin C paling tinggi sangat baik untuk pencegahan dari mata silinder tanpa menempuh jalur operasi. Buah-buahan dengan kandungan vitamin C tinggi antara lain adalah markisa, jeruk bali, lemon, stroberi, jeruk dan juga anggur. Ada beragam kenis kerusakan mata yang disebabkan nutrisi yang kurang dan buah-buahan ini akan bakal mampu menjaga sekaligus meningkatkan kesehatan mata Anda.
  1. Menggunakan Daun Sirih
Gejala Mata silinder rupanya juga dapat ditangani dengan memanfaatkan daun sirih, berikut juga untuk mengatasi mata minus. Daun sirih memiliki minyak atsiri di dalamnya yang memainkan peran sebagai antioksidan, antiseptik dan anti jamur. Cara pertama yang bisa Anda coba adalah daun sirih dapat ditempelkan ke permukaan mata saat tengah tidur, sementara cara kedua bisa dengan menyelupkannya ke air panas. Tunggu sampai air berubah hangat, Anda bisa menggunakannya untuk membersihkan atau membilas mata; cukup dengan mata dikedip-kedipkan di permukaan air daun sirih tersebut.
  1. Mengonsumsi Sayuran Hijau
Sayuran hijau, seperti misalnya daun kale, sawi hijau, bayam, selada dan kangkung adalah bahan makanan sehat yang tak hanya bagus untuk kesehatan tubuh, melainkan juga dapat meningkatkan kesehatan mata, terutama silinder, minus dan katarak. Kandungan zeaxanthin dan juga luteinnya sangat baik sebagai solusi pencegahan terbentuknya lapisan di kornea mata. Kacang polong dan brokoli juga patut untuk dipertimbangkan untuk dikonsumsi karena antioksidannya yang tinggi.